
Tren kosmetik 2026 bergerak menuju produk yang semakin personal, sensorial, relevan dengan wellness, memiliki identitas autentik, serta menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih kuat. Bagi brand owner, peluang tidak hanya terletak pada menemukan bahan aktif yang sedang populer, tetapi pada kemampuan menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi konsep produk, formula, tekstur, aroma, packaging, positioning, dan pengalaman penggunaan yang berbeda.
Arah tren kosmetik 2026 tersebut sejalan dengan prediksi global Mintel yang menyoroti tiga tema besar: Metabolic Beauty, Sensorial Synergy, dan Beyond the Algorithm: The Human Touch Revolution. Di Indonesia, BPOM juga menempatkan inovasi teknologi, keamanan, dan keberlanjutan sebagai isu penting dalam perkembangan industri kosmetik 2026. Mintel
Peluangnya juga didukung oleh perkembangan industri domestik. BPOM menyebut nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun, sedangkan data BPOM lainnya menunjukkan industri kosmetik nasional tumbuh 64% dan UMKM kosmetik tumbuh 49% selama periode 2021–2025. POM
Namun, brand owner sebaiknya tidak sekadar mengikuti produk yang sedang viral. Dalam membaca tren kosmetik 2026, brand perlu melihat kebutuhan pasar, karakter konsumen, peluang diferensiasi, kemampuan formulasi, serta kesiapan produksi. Strategi yang lebih sehat adalah:
Market Need → Product Concept → Custom Formula → Sample → Packaging → Legal Preparation → Production → Market
PT Anugerah Malik Jabbar dapat mendukung proses tersebut melalui pengembangan formula, R&D, pembuatan sample, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga produksi. Website resmi AMJ juga menyatakan bahwa pengembangan dapat dilakukan untuk skincare, kosmetik, body care, hair care, parfum, dan kategori lainnya sesuai kebutuhan brand.
Apa yang Menjadi Arah Tren Kosmetik 2026?
Perubahan industri beauty pada 2026 tidak berarti seluruh konsumen tiba-tiba menginginkan satu jenis produk yang sama. Justru, tren kosmetik 2026 memperlihatkan peluang yang semakin terfragmentasi berdasarkan kebutuhan kulit, gaya hidup, pengalaman penggunaan, identitas konsumen, serta positioning yang ingin dibangun oleh masing-masing brand.
Mintel memprediksi pertemuan antara beauty, wellness, teknologi, personalisasi, pengalaman sensorik, dan ekspresi manusia akan semakin memengaruhi arah beauty and personal care. Pada saat yang sama, packaging berkembang bukan hanya sebagai wadah, tetapi sebagai bagian dari fungsi, pengalaman penggunaan, komunikasi, dan diferensiasi produk. Mintel
Di Indonesia, brand juga perlu memperhatikan aspek regulasi sejak awal. BPOM menegaskan bahwa perkembangan industri harus tetap diimbangi dengan keamanan, mutu, dan kemanfaatan produk. Karena itu, inovasi formula sebaiknya berjalan bersama kesiapan produksi, dokumentasi, notifikasi kosmetik, klaim, dan strategi pemasaran yang sesuai ketentuan. POM
Bagi brand owner, memahami tren kosmetik 2026 berarti mencari peluang yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, bukan sekadar meniru produk populer. Pertanyaan utamanya bukan hanya “Produk apa yang sedang tren?”, tetapi:
“Masalah konsumen apa yang ingin diselesaikan, pengalaman apa yang ingin diberikan, dan apa yang membuat produk kita berbeda?”
7 Peluang Produk dari Tren Kosmetik 2026
Tujuh peluang berikut bukan daftar produk yang dijamin akan laris. Sebaliknya, daftar ini menunjukkan bagaimana brand owner dapat menerjemahkan tren kosmetik 2026 menjadi arah pengembangan produk berdasarkan perubahan kebutuhan konsumen dan kemampuan pengembangan produk yang dapat diverifikasi dari layanan AMJ.
1. Skincare dengan Konsep Wellness dan Skin Health
Peluang pertama dalam tren kosmetik 2026 datang dari pergeseran beauty menuju pendekatan yang semakin terhubung dengan wellness. Mintel menggunakan istilah Metabolic Beauty untuk menggambarkan arah jangka panjang ketika beauty, health, teknologi, personalisasi, dan pendekatan preventif semakin terhubung. Mintel
Bagi brand owner, tren ini tidak berarti kosmetik boleh membuat klaim medis. Peluang yang lebih realistis adalah mengembangkan skincare yang berorientasi pada kebutuhan kulit secara spesifik dan menghadirkan ritual perawatan yang relevan dengan gaya hidup konsumen.
Kategori yang dapat dieksplorasi antara lain:
Cleanser → Toner / Essence → Serum → Moisturizer → Targeted Care
Diferensiasi kemudian dapat dikembangkan melalui karakter formula, tekstur, sensasi penggunaan, aroma jika sesuai kategori, bahan yang digunakan, serta positioning produk.
AMJ menyediakan jasa formulasi produk kosmetik yang dapat menyesuaikan formula berdasarkan konsep, fungsi, target konsumen, positioning, tekstur, aroma, dan karakter produk. Prosesnya meliputi konsultasi konsep, perancangan formula, sample, evaluasi, penyesuaian, hingga formula siap dikembangkan lebih lanjut.
2. Sensorial Skincare dengan Tekstur dan Pengalaman Berbeda
Sensorial Synergy menjadi salah satu prediksi utama Mintel untuk beauty 2026. Arah ini juga relevan dengan tren kosmetik 2026, karena konsumen tidak hanya mengevaluasi hasil akhir, tetapi semakin memperhatikan bagaimana produk terasa, digunakan, dan menjadi bagian dari ritual sehari-hari.
Karena itu, dua produk dengan fungsi serupa masih dapat memiliki pengalaman yang sangat berbeda melalui tekstur, aroma, cara aplikasi, finishing, dan packaging.
Contohnya dapat berupa pengembangan konsep seperti:
Gel → Water Gel → Cream → Balm → Serum → Mist
Pilihan tersebut harus tetap disesuaikan dengan fungsi produk dan kemampuan formulasi, bukan semata-mata mengikuti tren visual.
AMJ secara resmi menjelaskan bahwa proses sample memungkinkan brand mengevaluasi tekstur, warna, aroma, sensasi penggunaan, dan kesesuaian formula dengan konsep produk. Dengan demikian, brand owner dapat menggunakan tahap sample untuk mengembangkan karakter sensorial sebelum formula masuk tahap finalisasi.
3. Body Care sebagai Daily Beauty Ritual
Peluang berikutnya adalah membawa pendekatan skincare ke rutinitas perawatan tubuh. Dalam konteks tren kosmetik 2026, body care dapat berkembang bukan sekadar sebagai produk tambahan, tetapi sebagai bagian dari daily beauty ritual yang memiliki konsep, sensasi, dan identitas tersendiri.
Brand dapat mengeksplorasi kategori seperti body wash, body lotion, body serum, body cream, scrub, atau produk perawatan tubuh lain sesuai kemampuan formulasi dan regulasi yang berlaku.
Strateginya dapat dimulai dari:
Skin Need → Product Function → Texture → Sensory Experience → Packaging → Positioning
Dengan pendekatan tersebut, body care tidak perlu bersaing hanya berdasarkan harga atau ukuran kemasan. Brand dapat membangun diferensiasi melalui formula, konsep penggunaan, karakter aroma, desain, dan pengalaman konsumen.
AMJ menyatakan layanan custom-nya mencakup pengembangan skincare, kosmetik, body care, hair care, dan parfum, sedangkan layanan formulasi juga dapat dikembangkan untuk berbagai kategori sesuai konsep dan kebutuhan brand.
4. Scalp Care dan Hair Care yang Lebih Spesifik
Hair care juga memberikan ruang pengembangan dalam tren kosmetik 2026 karena kebutuhan konsumen tidak berhenti pada shampoo dan conditioner. Brand dapat mengembangkan konsep berdasarkan kebutuhan rambut maupun kulit kepala dengan positioning yang lebih spesifik.
Contohnya dapat berupa:
Shampoo → Conditioner → Hair Serum → Hair Mist → Scalp Care
Produk yang dipilih sebaiknya mengikuti kebutuhan target konsumen. Brand untuk pengguna berhijab, pekerja aktif, konsumen dengan rambut kering, atau konsumen yang rutin melakukan styling dapat membutuhkan konsep produk yang berbeda.
EFBA Kosmetindo juga telah membahas pengembangan produk hair dan scalp dalam layanan maklonnya, termasuk scalp tonic dan shampoo berbasis konsep tertentu. Ini dapat menjadi referensi tambahan ketika brand ingin mengembangkan kategori hair and scalp care secara lebih terarah.
Peluang utamanya bukan sekadar membuat produk rambut baru, melainkan membangun product system yang dapat diperluas menjadi beberapa SKU setelah produk awal tervalidasi pasar.

5. Hybrid Beauty dan Produk Multifungsi
5. Hybrid Beauty dan Produk Multifungsi yang Praktis
Konsumen dengan aktivitas tinggi cenderung menghargai produk yang praktis. Dalam tren kosmetik 2026, kebutuhan tersebut membuka ruang bagi konsep hybrid beauty, yaitu pengembangan produk yang menggabungkan pengalaman atau fungsi kosmetik yang saling relevan selama formulasi, klaim, dan kategorisasinya tetap sesuai regulasi.
Brand owner dapat memulai dari pertanyaan sederhana:
Bisakah satu produk membuat rutinitas konsumen menjadi lebih praktis?
Konsep tersebut bukan berarti memasukkan sebanyak mungkin klaim ke dalam satu formula. Sebaliknya, produk perlu memiliki fungsi utama yang jelas, kemudian menawarkan nilai tambah yang tetap logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tahap R&D menjadi penting karena tim perlu mempertimbangkan bahan, tekstur, stabilitas, keamanan, pengalaman penggunaan, serta kesiapan produksi. AMJ menjelaskan R&D sebagai penghubung antara ide brand owner dengan produk jadi, termasuk penentuan bahan baku, karakter formula, stabilitas, keamanan, dan kesiapan sebelum produksi massal. Anugerah Malik Jabbar
Karena itu, brand owner sebaiknya mengembangkan formula multifungsi berdasarkan product brief, bukan sekadar daftar klaim pemasaran. Pendekatan tersebut membuat peluang hybrid beauty dalam tren kosmetik 2026 lebih relevan dengan kebutuhan konsumen dan kemampuan pengembangan produk.
6. Fragrance dan Produk dengan Identitas Sensorial
Prediksi Sensorial Synergy juga membuka peluang bagi produk yang menjadikan aroma sebagai bagian kuat dari identitas brand. Dalam konteks tren kosmetik 2026, fragrance dapat berdiri sebagai kategori tersendiri atau menjadi elemen sensorial dalam lini personal care tertentu selama penggunaan dan formulasinya sesuai dengan kategori produk. Mintel
Peluang ini menarik karena aroma dapat membantu membangun pengalaman dan karakter yang mudah konsumen kenali. Namun, brand tetap perlu membedakan antara preferensi aroma, konsep emosional dalam branding, dan klaim manfaat yang memerlukan dasar pendukung.
Brand dapat membangun arsitektur produk seperti:
Signature Scent → Supporting Product → Product Collection → Brand Identity
Misalnya, sebuah brand dapat membangun karakter aroma tertentu secara konsisten pada beberapa produk yang memang sesuai untuk berkembang sebagai satu koleksi.
AMJ secara eksplisit mencantumkan fragrance sebagai salah satu kategori yang dapat dikembangkan melalui layanan formulasi, bersama skincare, body care, hair care, personal care, dan decorative cosmetics. Anugerah Malik Jabbar
7. Produk Custom dengan Packaging yang Lebih Fungsional dan Sustainable
Formula bukan satu-satunya ruang inovasi dalam tren kosmetik 2026. Packaging semakin penting karena berhubungan langsung dengan penggunaan, visual brand, diferensiasi, transparansi, dan pertimbangan lingkungan.
Analisis industri BeautyMatter untuk 2026 menyoroti perkembangan packaging menuju format yang mempertimbangkan recyclability, refillable/reusable systems, mono-material, aluminium, hingga teknologi seperti QR code, NFC, dan RFID. Mintel juga mencatat meningkatnya perhatian terhadap refill systems, circular design, convenience, transparency, dan teknologi dalam beauty packaging. BeautyMatter
Brand owner tidak harus menggunakan semua teknologi tersebut. Sebaliknya, pilihan packaging perlu mempertimbangkan kompatibilitas dengan formula, target harga, positioning, pengalaman penggunaan, kebutuhan logistik, dan kemampuan produksi.
Gunakan prinsip:
Formula Compatibility → Function → User Experience → Brand Identity → Sustainability Consideration → Cost
AMJ memasukkan desain kemasan dan branding ke dalam proses maklon kosmetik one-stop service. Website AMJ menjelaskan bahwa brand dapat menyesuaikan pilihan kemasan dengan karakter produk. Brand juga perlu memperhatikan fungsi kemasan agar dapat melindungi produk sekaligus mendukung pengalaman penggunaan yang sesuai.

Bagaimana Brand Owner Memilih Produk yang Tepat?
Melihat tujuh peluang di atas tidak berarti brand harus langsung memproduksi tujuh kategori sekaligus. Untuk brand baru, terlalu banyak SKU justru dapat meningkatkan kebutuhan modal, stok, packaging, legalitas, pemasaran, dan pengelolaan inventory.
Pendekatan yang lebih terarah adalah:
Target Consumer → Problem → Product Opportunity → Competitor Review → Product Concept → Sample → Validation → Production
Mulailah dengan menentukan siapa konsumen utama. Setelah itu, identifikasi masalah atau kebutuhan mereka dan tentukan kategori produk yang paling masuk akal untuk menjawabnya.
Sebagai contoh, brand yang menyasar perempuan urban dengan aktivitas tinggi dapat mengeksplorasi produk yang praktis dan nyaman digunakan. Sebaliknya, brand yang membangun positioning premium mungkin lebih menekankan sensorial experience, formula, packaging, dan keseluruhan ritual penggunaan.
AMJ juga menempatkan target konsumen dan positioning sebagai bagian dari pengembangan formula. Dengan demikian, formula tidak berdiri sendiri, tetapi dikembangkan berdasarkan konsep produk dan arah brand. Anugerah Malik Jabbar
Jangan Hanya Mengikuti Produk yang Viral
Produk viral dapat memberikan inspirasi, tetapi viralitas tidak otomatis berarti kategori tersebut tepat untuk setiap brand. Brand owner perlu melihat ukuran peluang, kompetisi, harga pasar, kebutuhan konsumen, kemampuan diferensiasi, margin, dan potensi repeat purchase.
Masalah yang sering terjadi adalah:
Viral Product → Copy Product → Similar Packaging → Similar Claims → Price Competition
Ketika banyak brand melakukan pola yang sama, konsumen kesulitan menemukan alasan untuk memilih satu merek dibanding merek lainnya.
Pendekatan yang lebih sehat adalah:
Trend → Consumer Insight → Differentiation → Custom Formula → Brand Identity
Prediksi Mintel mengenai Beyond the Algorithm: The Human Touch Revolution juga relevan di sini. Mintel memperkirakan konsumen semakin mencari beauty yang terasa autentik, ekspresif, manusiawi, dan tidak sekadar mengejar kesempurnaan yang terlalu dipoles oleh algoritma. Mintel
Bagi brand owner, hal tersebut dapat diterjemahkan menjadi kesempatan untuk membangun identitas yang lebih kuat daripada sekadar mengikuti desain atau produk kompetitor.
Data Resmi: Bagaimana Peluang Industri Kosmetik Indonesia pada 2026?
BPOM pada Indonesia Cosmetics Ingredients Expo 2026 menyebut nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun, dengan tren pertumbuhan positif. BPOM juga menekankan bahwa inovasi teknologi, jaminan keamanan, dan keberlanjutan menjadi aspek penting dalam pengembangan industri kosmetik. POM
Dalam Future Beauty Talk 2026, BPOM menyampaikan bahwa industri kosmetik nasional mengalami peningkatan 64% selama periode 2021–2025, sedangkan UMKM kosmetik tumbuh 49% dalam periode yang sama. BPOM mengaitkan perkembangan industri dengan inovasi, riset, bahan baku lokal, keamanan, mutu, kemanfaatan, serta tanggung jawab lingkungan. POM
Peluang tersebut tetap datang bersama tanggung jawab regulasi. BPOM pada Juli 2026 kembali menemukan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan yang dilarang, termasuk produk lokal hasil kontrak produksi dan produk tanpa izin edar. Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan
Karena itu, pertumbuhan pasar sebaiknya tidak mendorong brand untuk terburu-buru melakukan produksi.
Urutan yang lebih tepat adalah:
Validate Product → Develop Formula → Prepare Legal Requirements → Produce → Build Inventory → Market
Legalitas Tetap Menjadi Bagian dari Strategi Produk 2026
Produk inovatif tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum beredar. BPOM menyediakan mekanisme Notifikasi Kosmetik dan menjelaskan bahwa usaha atau badan usaha kosmetika yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetika di Indonesia termasuk pihak yang dapat mengajukan notifikasi sesuai ketentuan. Direktorat Registrasi OTSKK
BPOM juga menyatakan nomor notifikasi kosmetik berlaku selama tiga tahun. Pada layanan registrasinya, BPOM mencantumkan waktu verifikasi kosmetik selama 14 hari kerja, kecuali parfum selama tiga hari kerja, sesuai ketentuan layanan yang dipublikasikan saat ini. Direktorat Registrasi OTSKK
Bagi brand owner, legalitas sebaiknya sudah masuk ke product development roadmap sejak awal:
Concept → Formula → Sample → Packaging → Regulatory Preparation → Production → Distribution
Hal ini penting karena formula, kategori, klaim, label, dan positioning produk saling berkaitan.
Pengawasan BPOM juga semakin aktif di ruang digital. Pada intensifikasi pengawasan kosmetik 2026, BPOM menyoroti promosi dan penjualan kosmetik ilegal melalui e-commerce, media sosial, dan marketplace. Waskos
Artinya, brand yang ingin tumbuh jangka panjang perlu membangun produk yang menarik sekaligus legal, aman, bermutu, dan memiliki positioning yang dapat dipertanggungjawabkan.
Peran R&D dalam Mengembangkan Tren Menjadi Produk Nyata
Tren hanya memberikan arah. R&D yang menerjemahkan arah tersebut menjadi formula yang dapat dievaluasi dan kemudian diproduksi.
Misalnya, brand menemukan bahwa konsumen tertarik pada pengalaman sensorial. Ide tersebut masih terlalu luas untuk langsung masuk produksi.
R&D perlu menerjemahkannya menjadi:
Desired Experience → Product Type → Ingredients → Texture → Aroma → Sensory Feel → Sample → Evaluation
Website AMJ menjelaskan bahwa R&D dalam proses maklon membantu menentukan bahan baku, karakteristik formula, stabilitas, keamanan, hingga kesiapan produk sebelum produksi massal. AMJ juga memiliki laboratorium internal dan tim R&D untuk mendukung pengembangan berbagai kategori produk. Anugerah Malik Jabbar
Karena itu, tren sebaiknya diperlakukan sebagai input pengembangan, bukan formula siap produksi.

Expertise PT Anugerah Malik Jabbar dalam Custom Cosmetic Development
PT Anugerah Malik Jabbar menyediakan layanan maklon kosmetik dengan pendekatan one-stop service. Berdasarkan website resminya, AMJ didukung laboratorium internal dan tim R&D serta menyediakan pengembangan produk untuk skincare, kosmetik, body care, hair care, parfum, dan kategori beauty lainnya. Anugerah Malik Jabbar
Kemampuan custom menjadi relevan dengan tren kosmetik 2026 karena setiap brand membutuhkan diferensiasi. AMJ menyatakan formula dapat dikembangkan berdasarkan konsep brand, fungsi produk, karakter yang diinginkan, target konsumen, dan positioning. Anugerah Malik Jabbar
Alur pengembangan dapat berlangsung melalui:
Konsultasi Konsep → Perancangan Formula → Pembuatan Sample → Evaluasi → Penyesuaian Formula → Pengembangan Lanjutan → Produksi
Untuk kebutuhan yang lebih luas, layanan one-stop service AMJ mencakup pengembangan formula, desain kemasan, BPOM, Halal, HKI, produksi, dan distribusi. Anugerah Malik Jabbar
Pendekatan tersebut memungkinkan brand owner membawa tren ke proses yang lebih terstruktur: bukan hanya bertanya “Apa yang sedang viral?”, tetapi menentukan produk apa yang sesuai dengan target konsumen dan identitas brand.
Peran EFBA Kosmetindo dalam Konsultasi Pengembangan Produk
Pengembangan produk juga memerlukan pertimbangan bisnis. Brand owner perlu menentukan target market, positioning, kategori produk, kisaran harga, konsep formula, jumlah produksi, packaging, legalitas, dan strategi peluncuran.
EFBA Kosmetindo dapat menjadi referensi pendamping dalam ekosistem pengembangan produk kosmetik. Website EFBA Kosmetindo memuat pembahasan mengenai produk fast-moving, pengembangan brand baru, hair & scalp care, natural cosmetic development, validasi produk, hingga strategi menuju produksi massal. Efbakosmetindo
Dengan pembagian fungsi yang jelas, pendekatannya dapat dibangun sebagai:
Market & Business Consideration → Product Consultation → Product Brief → R&D → Sample → Legal Preparation → Production → Launch
AMJ berfokus pada pengembangan dan produksi produk, sedangkan perspektif konsultasi EFBA Kosmetindo dapat membantu brand owner menghubungkan ide produk dengan pertimbangan pasar dan bisnis yang lebih luas.
Untuk kebutuhan pengembangan usaha secara menyeluruh, brand owner juga dapat mengenal ekosistem layanan bisnis melalui EFBA.

FAQ tentang Tren Kosmetik 2026
Apa tren kosmetik 2026?
Tren kosmetik 2026 bergerak menuju integrasi beauty dan wellness, pengalaman sensorial, personalisasi, ekspresi yang lebih autentik, serta packaging yang semakin memperhatikan fungsi, teknologi, dan sustainability. Mintel merangkumnya melalui tema Metabolic Beauty, Sensorial Synergy, dan Beyond the Algorithm. Mintel
Produk kosmetik apa yang berpeluang dikembangkan pada 2026?
Brand dapat mengeksplorasi skincare berbasis kebutuhan spesifik, sensorial skincare, body care, scalp dan hair care, hybrid beauty, fragrance, serta produk custom dengan packaging fungsional. Pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan target konsumen, positioning, kemampuan diferensiasi, regulasi, dan strategi bisnis.
Apakah produk yang sedang viral pasti cocok untuk brand baru?
Tidak. Viralitas menunjukkan perhatian pasar pada periode tertentu, bukan jaminan penjualan atau keberlanjutan kategori. Brand tetap perlu memvalidasi target konsumen, kompetitor, harga, diferensiasi, margin, dan potensi repeat purchase sebelum menentukan produk.
Apakah formula kosmetik bisa dibuat custom?
Bisa. AMJ menyediakan jasa formulasi yang dapat menyesuaikan formula dengan konsep, fungsi, karakter produk, target konsumen, positioning, tekstur, aroma, dan kebutuhan brand. Tahap pengembangan mencakup sample serta evaluasi sebelum formula difinalisasi. Anugerah Malik Jabbar
Apakah AMJ dapat membuat skincare, body care, dan hair care?
Ya. Website resmi AMJ mencantumkan skincare, kosmetik, body care, hair care, parfum, personal care, fragrance, decorative cosmetics, serta pengembangan custom sesuai kebutuhan dan kemampuan formulasi. Anugerah Malik Jabbar
Seberapa penting packaging untuk produk kosmetik 2026?
Packaging semakin berperan dalam fungsi, pengalaman penggunaan, diferensiasi, identitas brand, transparansi, dan sustainability. Tren 2026 juga menunjukkan perkembangan refill systems, circular design, mono-material, serta smart packaging, meskipun penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan produk dan kemampuan brand. BeautyMatter
Apakah produk kosmetik tetap membutuhkan BPOM?
Kosmetik yang akan diedarkan di Indonesia harus mengikuti ketentuan notifikasi kosmetik BPOM yang berlaku. Brand sebaiknya memasukkan aspek regulasi sejak tahap pengembangan agar formula, kategori, label, klaim, dan rencana pemasaran dapat disiapkan secara lebih terarah. Direktorat Registrasi OTSKK
Bagaimana cara memulai pengembangan produk kosmetik di AMJ?
Brand owner dapat memulai dengan menyampaikan jenis produk, konsep brand, target konsumen, karakter formula, referensi produk, kebutuhan packaging, dan rencana pengembangan. AMJ kemudian dapat membantu mengarahkan proses konsultasi konsep, formulasi, sample, evaluasi, hingga persiapan produksi sesuai layanan yang tersedia. Anugerah Malik Jabbar
Siap Mengembangkan Produk Kosmetik untuk Tren 2026?
Tren kosmetik 2026 membuka peluang besar, tetapi produk yang kuat tidak lahir hanya karena mengikuti tren. Brand membutuhkan pemahaman target konsumen, konsep yang jelas, diferensiasi, custom formula, pengalaman penggunaan, packaging, legalitas, serta perencanaan produksi yang saling terhubung.
Alurnya dapat dimulai dari:
Trend Insight → Market Need → Product Concept → Custom Formula → Sample → Packaging → Legal Preparation → Production → Launch
PT Anugerah Malik Jabbar dapat membantu brand owner menerjemahkan konsep tersebut menjadi produk melalui layanan R&D, custom formula, sample development, packaging, legalitas, dan produksi yang terintegrasi. Layanan ini memungkinkan brand mengembangkan skincare, body care, hair care, fragrance, kosmetik, maupun kategori custom sesuai konsep dan kebutuhan pengembangan. Anugerah Malik Jabbar
Jadi, jangan hanya bertanya “Produk apa yang sedang tren?” Pertanyaan yang lebih penting adalah “Produk apa yang relevan dengan konsumen dan bisa menjadi identitas brand saya?”
Konsultasikan konsep produk melalui PT Anugerah Malik Jabbar untuk mulai menyusun product brief, formula, sample, packaging, dan rencana produksi.