personalized skincare
personalized skincare

Industri kecantikan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap kebutuhan kulit yang berbeda. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan merek dan harga, tetapi juga manfaat, tekstur, kandungan, serta kesesuaian produk dengan karakteristik kulit mereka. Perubahan ini membuka peluang bagi brand untuk mengembangkan produk yang lebih terarah.

Personalized skincare adalah pendekatan pengembangan dan pemilihan produk perawatan kulit berdasarkan kebutuhan, karakteristik, serta preferensi konsumen. Personalisasi dapat mencakup jenis kulit, masalah kulit, manfaat yang diinginkan, tekstur, hingga rutinitas penggunaan.

Bagi pelaku bisnis kecantikan, peluang personalized skincare terletak pada kemampuan menciptakan produk untuk segmen konsumen yang jelas. Melalui jasa maklon skincare PT Anugerah Malik Jabbar (AMJ), pemilik brand dapat mendiskusikan konsep produk, pengembangan formula, pembuatan sampel, dan kebutuhan produksi sesuai positioning bisnisnya.

Apa Itu Personalized Skincare?

Personalized skincare merupakan pendekatan perawatan kulit yang mempertimbangkan perbedaan kebutuhan setiap konsumen dalam menentukan produk yang sesuai. Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa konsumen memiliki karakteristik kulit, preferensi, lingkungan, dan rutinitas perawatan yang tidak selalu sama.

Dalam pengembangan produk, personalisasi tidak harus berarti membuat satu formula khusus untuk setiap individu. Brand juga dapat menerapkan personalisasi melalui beberapa varian produk untuk kelompok konsumen tertentu, seperti kulit kering, kulit berminyak, atau konsumen yang membutuhkan tekstur ringan.

Sebagai contoh, sebuah brand dapat mengembangkan moisturizer dengan karakter formula berbeda untuk dua segmen konsumen. Namun, setiap produk tetap membutuhkan evaluasi keamanan, stabilitas, mutu, dan kesesuaian klaim sebelum memasuki pasar.

Bagaimana Personalized Skincare Bekerja?

Personalized skincare menghubungkan kebutuhan konsumen dengan konsep produk dan karakteristik formula. Brand perlu mengidentifikasi masalah yang ingin dijawab, menentukan manfaat utama, lalu mengembangkan produk melalui proses R&D.

1. Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen

Langkah pertama adalah memahami target konsumen melalui riset pasar, survei, atau evaluasi kebutuhan produk. Informasi yang relevan dapat mencakup jenis kulit, preferensi tekstur, kebiasaan penggunaan skincare, dan rentang harga yang sesuai.

Selanjutnya, brand mengelompokkan kebutuhan tersebut menjadi segmen yang dapat dilayani. Dengan demikian, pengembangan produk tidak hanya mengikuti tren bahan aktif, tetapi juga memiliki dasar kebutuhan pasar yang lebih jelas.

2. Mengembangkan Formula Berdasarkan Segmen

Tim R&D menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi konsep formulasi dengan mempertimbangkan fungsi bahan, kompatibilitas, tekstur, stabilitas, dan keamanan produk. Formula untuk konsumen yang menyukai produk ringan, misalnya, dapat memiliki karakter sensori berbeda dibandingkan formula dengan tekstur lebih kaya.

Namun, keberhasilan formula tidak hanya bergantung pada satu bahan aktif. Kombinasi bahan, konsentrasi, sistem formulasi, serta evaluasi produk jadi turut menentukan karakteristik akhir skincare.

3. Mengevaluasi Produk Sebelum Produksi

Setelah tim mengembangkan sampel, brand perlu mengevaluasi tekstur, aroma, kenyamanan, karakter kemasan, dan kesesuaian produk dengan konsep awal. Selain itu, pengujian yang relevan membantu memastikan produk memenuhi kebutuhan teknis dan regulasi.

Pendekatan ini sejalan dengan proses maklon kosmetik AMJ, yang mencakup konsultasi konsep, formulasi, pemilihan bahan baku, pembuatan sampel, hingga produksi.

Alur pengembangannya dapat diringkas menjadi:

Consumer Needs → Market Segmentation → Product Concept → Formula Development → Sample Evaluation → Quality Verification → Production

Mengapa Personalized Skincare Menjadi Peluang Bisnis Kecantikan?

Personalized skincare menawarkan peluang diferensiasi bagi brand yang ingin menjangkau kelompok konsumen secara lebih spesifik. Alih-alih menghadirkan produk dengan manfaat terlalu umum, pemilik brand dapat membangun positioning berdasarkan masalah, preferensi, dan pengalaman penggunaan konsumen.

Pendekatan tersebut juga dapat mendukung komunikasi pemasaran yang lebih relevan. Namun, keberhasilan komersial tetap bergantung pada mutu produk, harga, distribusi, kepercayaan konsumen, dan efektivitas pemasaran.

Data Penelitian tentang Minat Konsumen

Penelitian yang terbit dalam Journal of the Korean Society of Cosmetology pada Desember 2024 melibatkan 416 responden dewasa di Korea Selatan untuk mengkaji preferensi terhadap kosmetik yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Hasilnya menunjukkan bahwa personalisasi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keputusan pembelian.

71,6%

Responden memilih skincare sebagai kategori produk yang paling diinginkan

66,8%

Menyebut personalisasi sebagai faktor pembelian paling berpengaruh

85,4%

Memiliki niat merekomendasikan customized cosmetics

Sumber: Jeong & Choi (2024), survei 416 orang di Korea Selatan. Angka ini bukan statistik pasar Indonesia.

Sementara itu, penelitian yang terbit pada November 2025 di Limits: Journal of Mathematics and Its Applications mengidentifikasi bahwa manfaat dan asal produk menjadi pertimbangan penting dalam preferensi pembelian skincare pada responden yang diteliti di Indonesia. Temuan tersebut memperkuat alasan bagi brand untuk memahami manfaat produk sebelum menentukan harga dan strategi pemasaran.

Kedua penelitian menunjukkan relevansi pendekatan berbasis kebutuhan konsumen. Namun, hasilnya tidak dapat langsung digunakan sebagai proyeksi penjualan atau besaran pasar personalized skincare di Indonesia.

5 Peluang Produk Personalized Skincare untuk Brand Kecantikan

Peluang produk perlu mempertimbangkan kebutuhan konsumen, kemampuan formulasi, biaya, serta potensi pembelian ulang. Berikut beberapa konsep yang dapat dipertimbangkan pemilik brand dan didiskusikan bersama tim pengembangan kosmetik.

1. Moisturizer untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

personalized skincare
personalized skincare

Moisturizer menawarkan peluang personalisasi melalui tekstur dan karakter formulanya. Brand dapat mengeksplorasi konsep gel moisturizer untuk pengguna yang menyukai sensasi ringan atau cream moisturizer bagi konsumen yang menginginkan tekstur lebih kaya.

Selain tekstur, brand juga dapat mempertimbangkan konsep pemeliharaan kelembapan dan skin barrier. Setiap manfaat tetap perlu sesuai dengan karakter serta bukti pendukung produk akhir.

2. Serum Berdasarkan Manfaat Utama

Serum memberikan ruang pengembangan berdasarkan manfaat yang ingin ditonjolkan, seperti hidrasi, brightening, atau perawatan kulit yang tampak kusam. Diferensiasi dapat berasal dari konsep bahan, pengalaman penggunaan, maupun kombinasi dengan rangkaian skincare lainnya.

Namun, penggunaan bahan populer tidak otomatis menjadikan produk lebih unggul. Brand perlu memastikan kesesuaian bahan aktif, konsentrasi, stabilitas, keamanan, dan klaim sebelum meluncurkan formula.

3. Gentle Facial Wash untuk Segmen Spesifik

Facial wash merupakan produk yang relevan untuk penggunaan rutin. Brand dapat mengeksplorasi karakter pembersih yang lembut, sensasi setelah pemakaian, tekstur gel, atau konsep pembersihan yang sesuai dengan preferensi target konsumen.

Kategori ini juga dapat menjadi produk awal untuk membangun rangkaian skincare. Namun, pemilik brand perlu mengevaluasi pengalaman penggunaan dan efektivitas pembersihan agar produk tidak hanya berbeda dalam desain kemasan.

4. Skincare untuk Kebutuhan Gaya Hidup

Konsumen memiliki rutinitas, aktivitas, dan preferensi penggunaan skincare yang beragam. Kondisi ini membuka peluang pengembangan produk dengan karakter ringan untuk penggunaan sehari-hari, kemasan praktis, atau rangkaian perawatan yang sederhana.

Strategi tersebut dapat membantu brand menciptakan pengalaman produk yang lebih spesifik. Akan tetapi, konsep gaya hidup harus tetap berhubungan dengan fungsi kosmetik dan tidak menggunakan klaim manfaat yang berlebihan.

5. Personalized Skincare Routine atau Bundling

Personalisasi juga dapat dilakukan melalui pemilihan rangkaian produk, tanpa menciptakan formula baru untuk setiap pelanggan. Misalnya, brand menyediakan kombinasi facial wash, serum, dan moisturizer berdasarkan preferensi serta kebutuhan umum pengguna.

Model ini dapat membantu brand meningkatkan relevansi rekomendasi dan peluang pembelian produk pelengkap. Meskipun demikian, brand harus menghindari rekomendasi yang menyerupai diagnosis medis apabila tidak memiliki dasar dan kewenangan yang sesuai.

Bagaimana Cara Meningkatkan Peluang Bisnis Personalized Skincare?

Produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen belum tentu berhasil secara komersial. Oleh karena itu, brand perlu menghubungkan strategi formulasi dengan validasi pasar, struktur biaya, serta kesiapan produksi dan pemasaran.

1. Prioritaskan Segmen Konsumen yang Jelas

Brand sebaiknya memulai dari satu kelompok konsumen dengan kebutuhan yang teridentifikasi. Misalnya, konsumen usia produktif yang menginginkan rutinitas sederhana dengan moisturizer bertekstur ringan.

Setelah menemukan segmen utama, tim dapat menguji respons konsumen terhadap konsep manfaat, harga, dan karakter produk. Langkah ini lebih terukur dibandingkan mengembangkan banyak varian tanpa mengetahui permintaan pasar.

2. Mulai dari Satu Hero Product

Mengembangkan terlalu banyak SKU pada tahap awal dapat meningkatkan biaya formulasi, kemasan, stok, dan pemasaran. Sebaliknya, satu hero product memungkinkan brand memusatkan anggaran untuk validasi produk dan pengembangan pasar.

Setelah produk menunjukkan respons yang menjanjikan, brand dapat mempertimbangkan perluasan varian atau rangkaian pelengkap. Keputusan ekspansi sebaiknya mengikuti data penjualan, margin, keluhan pelanggan, dan pembelian ulang.

3. Libatkan Tim R&D Sejak Awal

Tim R&D membantu menerjemahkan konsep menjadi formula yang realistis untuk dikembangkan. Selain memilih bahan, tim juga perlu mempertimbangkan stabilitas, karakter sensori, kompatibilitas kemasan, serta kemampuan produksi.

AMJ mempublikasikan layanan Research & Development dan formulasi custom untuk kebutuhan brand kosmetik. Melalui proses tersebut, calon pemilik brand dapat mendiskusikan konsep produk sebelum memasuki tahap produksi.

4. Hitung Harga Jual dan Kelayakan Produk

Personalized skincare dapat membutuhkan biaya pengembangan berbeda tergantung jumlah varian, kompleksitas formula, pengujian, dan kemasan. Karena itu, brand perlu menghitung HPP, margin, biaya pemasaran, serta jumlah produksi yang realistis.

Melalui layanan konsultasi bisnis PT EFBA Digital Mulia, pemilik brand dapat mempertimbangkan aspek strategi bisnis dan pengembangan usaha. Analisis finansial tetap perlu menggunakan data biaya aktual, bukan hanya estimasi harga jual kompetitor.

5. Bangun Komunikasi Produk yang Transparan

Komunikasi produk sebaiknya menjelaskan manfaat, cara penggunaan, dan segmen konsumen secara jelas. Brand tidak perlu mengklaim bahwa formula cocok untuk semua orang atau menjamin hasil yang sama pada setiap pengguna.

Selain meningkatkan kepercayaan, transparansi membantu konsumen memahami alasan suatu produk dikembangkan. Dengan demikian, positioning tidak hanya mengandalkan istilah personalized, tetapi juga nilai nyata yang relevan bagi pembeli.

Apa Saja Tantangan Personalized Skincare?

Pengembangan personalized skincare memiliki tantangan teknis dan bisnis yang perlu diperhitungkan sejak awal. Setiap tambahan varian dapat memengaruhi kompleksitas produksi, kebutuhan bahan baku, pengelolaan stok, dan biaya legalitas.

TantanganDampak terhadap bisnisStrategi
Banyak variasi formulaBiaya R&D meningkatMulai dari segmen prioritas
Permintaan belum tervalidasiRisiko stok tidak terjualUji konsep dan respons pasar
Kualitas tidak konsistenKeluhan dan penurunan kepercayaanEvaluasi formula dan QC
Harga terlalu tinggiHambatan pembelianHitung HPP dan target margin
Klaim berlebihanRisiko regulasiVerifikasi bukti dan klaim
Pilihan produk membingungkanKonversi penjualan rendahSederhanakan rekomendasi

Brand perlu membedakan personalisasi berbasis segmentasi dengan pencampuran atau modifikasi formula secara individual. Model formulasi individual membutuhkan penilaian tambahan atas proses, keamanan, mutu, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Regulasi BPOM untuk Pengembangan Personalized Skincare

Produk personalized skincare tetap harus memenuhi persyaratan kosmetik yang berlaku di Indonesia. Konsep personalisasi tidak menghapus kewajiban produsen dan pemilik merek dalam memastikan keamanan, mutu, penandaan, serta legalitas produk.

BPOM menetapkan Peraturan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika yang tercatat berstatus berlaku dalam JDIH BPOM. Selain itu, Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik.

Dalam praktiknya, brand perlu memastikan setiap produk dan varian memenuhi persyaratan yang relevan sebelum dipasarkan. Terlebih lagi, perubahan komposisi atau karakter produk dapat menimbulkan kebutuhan evaluasi regulasi tambahan, sehingga pemilik brand sebaiknya berkonsultasi dengan penanggung jawab teknis dan regulatori.

Expertise PT Anugerah Malik Jabbar dalam Pengembangan Skincare

PT Anugerah Malik Jabbar merupakan perusahaan maklon kosmetik yang menyediakan layanan pengembangan dan produksi produk kecantikan untuk kebutuhan brand lokal maupun internasional. Website resminya mencantumkan dukungan laboratorium internal, tim R&D, pengembangan formulasi, produksi, kemasan, serta bantuan proses legalitas.

Kemampuan tersebut relevan bagi pemilik brand yang ingin mengembangkan personalized skincare berbasis segmen konsumen. Namun, layanan AMJ yang telah terverifikasi adalah pengembangan formula dan produk custom, bukan sistem diagnosis kulit otomatis atau pencampuran formula individual secara langsung.

1. Pengembangan Konsep dan Formula Custom

AMJ membantu brand mengembangkan konsep produk berdasarkan target konsumen, manfaat, karakter formula, dan kebutuhan bisnis. Tim pengembangan dapat mendiskusikan bentuk produk seperti serum, facial wash, toner, moisturizer, dan kategori perawatan kulit lainnya.

Melalui jasa maklon skincare AMJ, pemilik brand dapat mengetahui kategori produk dan ruang lingkup pengembangan yang dipublikasikan perusahaan.

2. Pembuatan Sampel dan Evaluasi Produk

AMJ menyediakan pembuatan sampel sebelum produksi sebagai bagian dari proses pengembangan skincare. Brand dapat mengevaluasi tekstur, aroma, warna, serta kesesuaian produk dengan konsep yang disepakati.

Tahap ini penting untuk mengurangi ketidaksesuaian antara product brief dan hasil akhir. Jika diperlukan, brand dapat membahas revisi sampel bersama tim pengembangan sesuai ketentuan proyek.

3. Dukungan Legalitas dan Produksi

Selain formulasi, AMJ mempublikasikan dukungan untuk pengembangan kemasan, proses legalitas, serta produksi kosmetik. Pendekatan tersebut membantu pemilik brand menghubungkan keputusan produk dengan kebutuhan manufaktur.

Namun, setiap konsep personalized skincare memerlukan evaluasi kelayakan teknis dan regulasi secara khusus. Ketersediaan pengembangan formula custom tidak otomatis menjamin bahwa seluruh metode personalisasi dapat langsung diproduksi.

Dukungan EFBA Kosmetindo dan EFBA untuk Bisnis Skincare

Pengembangan skincare membutuhkan keseimbangan antara inovasi produk dan kelayakan usaha. Dalam ekosistem EFBA, pemilik brand dapat mempelajari layanan manufaktur kosmetik sekaligus pendekatan pengembangan bisnis yang mempertimbangkan pasar, biaya, serta strategi pertumbuhan.

1. EFBA Kosmetindo: Konsultasi Formula hingga Produksi

EFBA Kosmetindo menyediakan jasa maklon skincare mulai dari konsultasi, pengembangan formula, pembuatan sampel, packaging, proses legalitas, hingga produksi. Website resminya juga menjelaskan pengalaman layanan maklon sejak 2020 dalam mendampingi pengembangan brand kosmetik.

personalized skincare
personalized skincare

Untuk konsep personalized skincare, dukungan tersebut dapat membantu brand menyusun spesifikasi produk dan menilai kesiapan manufaktur. Pembaca juga dapat mempelajari proses teknis melalui artikel Formulasi Skincare: Bahan Aktif hingga Produksi.

2. EFBA Digital Mulia: Strategi Pengembangan Bisnis

Melalui PT EFBA Digital Mulia, pemilik brand dapat mengeksplorasi layanan pengembangan bisnis yang berkaitan dengan strategi, manajemen, pemasaran, dan perencanaan usaha.

Sementara itu, EFBA Consulting mempublikasikan panduan bisnis skincare pada 2026 yang membahas pembangunan brand, strategi pasar, dan kebutuhan perencanaan usaha. Materi tersebut dapat menjadi referensi bisnis pelengkap, tetapi bukan bukti bahwa perusahaan telah mengimplementasikan teknologi personalized skincare berbasis AI untuk klien tertentu.

Dengan menggabungkan pendekatan pengembangan produk dan strategi bisnis, pemilik brand dapat menyusun keputusan melalui alur:

Market Research → Consumer Segmentation → Product Development → Formula Testing → Cost Analysis → Production → Marketing → Evaluation

Checklist Sebelum Mengembangkan Personalized Skincare

Sebelum memulai produksi, pemilik brand perlu menilai kesiapan produk dan bisnis. Checklist berikut dapat membantu menyusun diskusi awal dengan tim maklon dan konsultan bisnis.

Checklist tersebut membantu mengurangi keputusan berdasarkan tren semata. Meskipun demikian, hasil akhir tetap membutuhkan evaluasi teknis, finansial, dan regulasi sesuai karakter produk yang dikembangkan.

Frequently Asked Questions About Personalized Skincare

Apa itu personalized skincare?

Personalized skincare adalah pendekatan perawatan kulit yang menyesuaikan pemilihan atau pengembangan produk dengan kebutuhan dan preferensi konsumen. Penyesuaian dapat berdasarkan jenis kulit, manfaat yang dibutuhkan, tekstur, dan rutinitas penggunaan. Personalisasi tidak selalu memerlukan formula unik untuk setiap individu.

Apa perbedaan personalized skincare dan skincare biasa?

Skincare konvensional umumnya menawarkan formula untuk target pasar yang lebih luas, sedangkan personalized skincare menekankan kesesuaian dengan kebutuhan segmen atau individu. Perbedaannya dapat terlihat pada pilihan varian, formula, tekstur, atau rekomendasi rutinitas. Keduanya tetap harus memenuhi standar keamanan dan mutu kosmetik.

Apakah personalized skincare memiliki peluang bisnis di Indonesia?

Personalized skincare memiliki peluang diferensiasi karena konsumen mempertimbangkan manfaat dan kesesuaian produk dengan kebutuhannya. Namun, peluang tersebut perlu diuji melalui riset konsumen, evaluasi harga, serta analisis persaingan. Tidak semua konsep personalisasi otomatis menghasilkan permintaan atau keuntungan yang lebih tinggi.

Produk apa yang cocok untuk personalized skincare?

Beberapa kategori yang dapat dikembangkan meliputi moisturizer, serum, facial wash, toner, dan rangkaian perawatan kulit. Brand dapat menyesuaikan konsep berdasarkan segmen konsumen, manfaat, dan preferensi penggunaan. Pemilihan kategori perlu mempertimbangkan kemampuan formulasi serta kelayakan bisnis.

Apakah personalized skincare harus menggunakan AI?

Tidak. Brand dapat mengembangkan personalisasi melalui riset pasar, segmentasi konsumen, pilihan varian, dan rekomendasi produk yang sesuai. Teknologi AI dapat menjadi alat pendukung analisis atau rekomendasi, tetapi tidak otomatis diperlukan untuk membangun konsep personalized skincare.

Apakah personalized skincare perlu izin BPOM?

Ya, produk kosmetik yang dipasarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan legalitas dan notifikasi kosmetika yang berlaku. Varian serta perubahan formula perlu dievaluasi sesuai persyaratan regulasi. Pemilik brand sebaiknya memastikan kesiapan dokumen dan produk sebelum distribusi.

Apakah AMJ menyediakan jasa pembuatan personalized skincare?

AMJ menyediakan jasa maklon skincare dan pengembangan formula custom berdasarkan kebutuhan brand. Layanan yang dipublikasikan mencakup konsultasi konsep, formulasi, sampel, legalitas, kemasan, dan produksi. Untuk konsep personalisasi tertentu, brand perlu berkonsultasi guna memastikan kelayakan pengembangannya.

Bagaimana cara memulai bisnis personalized skincare?

Mulailah dengan riset konsumen, tentukan target pasar, pilih satu produk prioritas, dan susun product brief. Selanjutnya, konsultasikan formulasi serta pembuatan sampel dengan perusahaan maklon yang sesuai. Setelah mengevaluasi aspek keamanan, regulasi, biaya, dan permintaan pasar, brand dapat mempersiapkan produksi dan pemasaran.

Wujudkan Peluang Personalized Skincare Bersama AMJ

Personalized skincare memberikan peluang bagi brand kecantikan untuk menghadirkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen. Namun, keberhasilan produk membutuhkan pemahaman pasar, formula yang sesuai, mutu yang konsisten, serta strategi bisnis yang terukur.

PT Anugerah Malik Jabbar menyediakan layanan pengembangan dan pembuatan skincare melalui proses konsultasi konsep, R&D, formulasi, sampel, legalitas, dan produksi. Melalui kolaborasi pengembangan yang tepat, pemilik brand dapat mengevaluasi ide produk sebelum mengambil keputusan manufaktur.

Consumer Insight → Product Concept → Custom Formula → Sample Evaluation → Production Readiness → Market Launch

logo-amj

Ingin mengembangkan produk skincare untuk segmen konsumen tertentu? Konsultasikan kebutuhan formula, kategori produk, konsep kemasan, dan rencana produksi bersama PT Anugerah Malik Jabbar. Untuk kebutuhan pengembangan produk dan perencanaan bisnis tambahan, Anda juga dapat mempelajari layanan EFBA Kosmetindo dan EFBA Digital Mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

✓
Konsultasi Produk

Lengkapi Data Anda

Silakan lengkapi data berikut agar tim PT Anugerah Malik Jabbar dapat memahami kebutuhan produk Anda sebelum melanjutkan konsultasi melalui WhatsApp.

Data digunakan untuk membantu tim memahami kebutuhan konsultasi Anda.

Anugerah Malik Jabbar

Online · Respon Cepat

👋 Halo! Selamat datang di Anugerah Malik Jabbar.
Tertarik untuk maklon produk kosmetik impian Anda? Silakan hubungi kami untuk informasi selengkapnya.
09:00
Konsultasi Maklon
Customer Service AMJ 0813-3777-3244